Categories
News

2018, Berau Miliki Kalender Wisata

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam mendorong pertumbuhan pariwisata di Berau. Sebagai salah satu sektor andalan yang saat ini menjadi fokus pemerintah, langkah pengembangan sektor pariwisata ini pun terus digenjot.

Saat ini, Pemkab Berau sedang menyusun agenda kepariwisataan dalam bentuk kalender wisata dengan melibatkan seluruh pihak-pihak terkait. Rapat pembahasan pun dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau di Ruang Rapat Sangalaki, Sekretariat Kabupaten (Setkab) Berau yang dipimpin Wakil Bupati Agus Tantomo dihadiri sejumlah manajemen maskapai penerbangan, perhotelan, perbankan, pemilik dan pengelola resor, serta sejumlah pengusaha yang bergerak di bidang jasa pariwisata, termasuk perwakilan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau.

Penyusunan kalender wisata ini bakal menjadi gambaran bagi wisatawan untuk berkunjung ke Berau. Di mana, dalam kalender wisata tersebut, pemkab akan memasukkan seluruh even pariwisata yang pernah digelar sepanjang tahun 2017. Penyusunan ini menjadi agenda yang pertama kali dilakukan pemkab.

“Sudah saatnya kita melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi dalam memajukan sektor pariwisata,” ujar Wakil Bupati Agus Tantomo, Rabu (20/12).

Ia menjelaskan, penyusunan kalender wisata harus dilakukan jauh hari sebelumnya. Sehingga, pelaksanaan even wisata yang akan digelar nantinya lebih terkonsep dengan baik. Karena menurutnya, selama ini banyak kegiatan yang kurang maksimal dilaksanakan sehingga tingkat kunjungan wisatawan tidak sesuai dengan harapan. Padahal jika kegiatan ini bisa disusun dengan matang dan melibatkan seluruh pihak maka kunjungan wisatawan pun akan membeludak.

“Pengalaman kita banyak even yang tidak terpromosikan dengan baik. Jadi tidak ada manfaat yang dirasakan,” tegas wabup.

Kepala Disbudpar Berau, Mappasikra menambahkan penyusunan kalender wisata akan dilakukan dalam beberapa minggu ke depan. Ditargetkan Januari 2018, kalender ini sudah selesai disusun, kemudian langsung diserahkan ke Kementerian Pariwisata.

“Jadi wisatawan itu datang ke sini punya banyak pilihan, mau mengikuti even yang mana saja. Tidak hanya berlibur, tapi ada agenda lain yang bisa diikuti. Sejauh ini kan ada beberapa kegiatan tahunan yang dilaksanakan, seperti lomba mancing dan Maratua Jazz,” pungkasnya.(hms5/asa)

Tayang di http://berau.prokal.co/read/news/52995-2018-berau-miliki-kalender-wisata.html

Categories
News

Maratua Jazz & Dive Fiesta 2017

This inaugural event is presented by WartaJazz – and ecosystem jazz in Indonesia together with Yayasan Berau Lestari, a pioneer organisation that promotes sustainable Berau.

Fully supported by The Government of Berau Regency, East Kalimantan Province, Ministry of Tourism and Ministry of Maritime Affairs and Fisheries of Republic of Indonesia

For More information:

Phone: 0819 27825299 (Agus Setiawan Basuni 081-WartaJazz) / 0813 50812513 (Juhriansyah)

Taken from http://1in1m.proboards.com/thread/17458/maratua-jazz-dive-fiesta-2017

Categories
News

Hingga Agustus, 3.000 Wisatawan Tembus Maratua

PROKAL.CO, MARATUA – Jumlah wisatawan baik wisatawan domestik maupun mancanegara yang masuk ke Pulau Maratua periode Januari-Agustus 2017 telah mencapai lebih dari  3.000 orang. Data tersebut diperoleh dari sejumlah resort di Pulau Maratua. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Berau Agus Tantomo didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Berau Mappasikra kepada media ini di Pulau Maratua, kemarin (16/8).

“Jumlah wisatawan mancanegara didominasi wisatawan dari Tiongkok, ada yang lewat jalur Tarakan dan lebih banyak pula yang lewat Berau,” jelas mantan Kabag Humas Pemkab Berau ini usai menjadi narasumber Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dilaksanakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim bekerjasama PWI Berau di Pulau Maratua, Selasa kemarin.

Menurut Mappasikra, jumlah wisatawan tersebut baru didapat dari resort di Maratua, belum lagi dihitung kunjungan wisatawan di objek wisata yang lain seperti Pulau Sangalaki dan Pulau Derawan, serta objek wisata bahari lainnya yang ada di Berau.

Mappasikra memastikan jumlah wisatawan yang masuk ke Pulau Maratua masih akan mengalami peningkatan signifikan hingga akhir tahun ini, seiring dengan terus dilakukannya peningkatan infrastruktur pariwisata di Berau dan pembangunan resort-resort khususnya di Pulau Maratua yang hingga kini semakin mengalami perkembangan yang cukup pesat.

Hal itu juga didukung  dengan telah dibangunnya Bandara Wisata di Maratua yang rencananya akan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo dalam waktu dekat. “Apalagi pada bulan September mendatang akan dilaksanakan konser Maratua Jazz yang diperkirakan bakal mendompleng jumlah wisatan yang masuk ke Pulau Maratua nanti,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Camat Maratua Marsudi yang dimintai komentarnya usai mendampingi Wakil Bupati Berau Agus Tantomo dalam acara pengibaran Bendera Merah Putih di bawah laut Maratua bersama sejumlah penyelam dari Komunitas Berau Jurnalis Diver dalam rangka memperingati dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar siang kemarin.

Lebih jauh, Marsudi membenarkan bahwa adanya sejumlah investor pariwisata yang melakukan pembangunan resort yang tentunya juga sangat direspons dengan baik oleh pemerintah dalam hal ini pemerintah Kecamatan Maratua untuk menjadikan Pulau Maratua sebagai daerah tujuan wisata di Berau.(jun/asa) 

Tayang di http://berau.prokal.co/read/news/51044-hingga-agustus-3000-wisatawan-tembus-maratua.html

Categories
News

Makin Asyik Menjelajah Kalimantan, Susi Air Buka Rute ke Maratua

KORPRI.ID, BERAU – Ini kabar gembira bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Pulau Maratua, Berau, Kalimantan Timur (Kaltim).

Saat ini, wisatawan bisa menggunakan jalur udara karena Susi Air sudah membuka rute Kalimarau-Maratua.
Maskapai milik Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti itu resmi terbang perdana pada Senin (12/6) lalu. Awalnya, Susi Air akan terbang perdana pada Rabu (7/6) lalu. Namun, manajemen akhirnya memilih menunda hingga Senin (12/6).

Susi Air mengangkut sembilan penumpang dalam penerbangan perdana itu. Setelah ini, Susi Air akan melayani penerbangan rute Tarakan-Maratua-Tanjung Redeb setiap Rabu. Penerbangan dari Tanjung Redeb akan dilakukan pada pukul 09:40 wita.
Dari Bandara Juwata, Tarakan penerbangan dijadwalkan pukul 08:00 Wita dan tiba di Maratua pukul 08:30 Wita. Selanjutnya, penerbangan dari Maratua pukul 09:00 Wita dan tiba di Kalimarau pukul 09.40 Wita.

Sedangkan penerbangan dari Kalimarau pukul 09:50 Wita dan tiba di Maratua pukul 10:30 Wita. Tiket yang dijual juga cukup terjangkau, yakni Rp 275 ribu untuk sekali perjalanan. “Penerbangan lanjut ke Tarakan pukul 10:40 Wita dan tiba di Tarakan sekitar pukul 11:30 Wita. Jadi, pesawat RON di Tarakan,” ujar Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau Bambang Hartato.

Menurut Bambang, penambahan frekuensi penerbangan masih sangat terbuka. “Ke depan bisa selang-seling dua kali dalam seminggu. Frekuensi kemungkinan akan bertambah untuk mendukung pelaksanaan Festival Maratua Jazz yang direncanakan September atau Oktober nanti,” ujar Bambang.

Menurut Bambang, akses ke Maratua akan makin gampang karena Wing Air juga berencana membuka rute ke sana. Namun, Wings Air akan terbang ke Maratua setiap akhir pekan. “Rencana tanggal 15 Juli juga ada Wings Air dengan rute penerbangan Balikpapan-Maratua,” kata Bambang.

Sementara itu, District Manager Susi Air Tarakan Daniel mengatakan, penundaan terjadi karena pihaknya harus memprogram ulang operasional.  “Untuk sementara ini hanya seminggu sekali. Bulan depan akan kami tingkatkan dua kali dalam seminggu. Namun, sifatnya situasional, bergantung jumlah penumpangnya,” ujar Daniel.

Wakil Bupati Berau Agus Tantomo menyambut baik penerbangan reguler ke Pulau Maratua. Sebab, kemudahan akses akan membuat travelista berbondong-bondong ke Maratua. Selama ini, Maratua memang sudah menjadi salah satu destinasi wajib bagi travelista yang pelesiran ke Kalimantan Timur.

Keindahan Maratua tak kalah dengan pesona yang dimiliki Pulau Derawan. Ketika menginjakkan kaki di Maratua, travelista akan disuguhi pantai dengan air biru yang sangat jernih. Selain itu, resor-resor yang ada di Maratua juga mampu memanjakan para wisatawan. Banyak travelista yang menyebut bangunan resor di Maratua mirip dengan Maladewa.
“Penerbangan reguler tersebut akan mendukung pengembangan pariwisata bahari Kabupaten Berau. Aksesibilitas menjadi salah satu kendala dalam pengembangan pariwisata. Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat setempat, penerbangan tersebut juga menunjang pariwisata,” kata Agus.

Tayang di https://asn.id/berita/5557/makin-asyik-menjelajah-kalimantan-susi-air-buka-rute-ke-maratua

Categories
News

Kabar Gembira Bagi Travelista, Susi Air Buka Rute ke Maratua

KALTIM – Ini kabar gembira bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Pulau Maratua, Berau, Kalimantan Timur (Kaltim). Saat ini, wisatawan bisa menggunakan jalur udara karena Susi Air sudah membuka rute Kalimarau-Maratua.

Maskapai milik Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti itu resmi terbang perdana pada Senin (12/6) lalu. Awalnya, Susi Air akan terbang perdana pada Rabu (7/6) lalu. Namun, manajemen akhirnya memilih menunda hingga Senin (12/6).

Susi Air mengangkut sembilan penumpang dalam penerbangan perdana itu. Setelah ini, Susi Air akan melayani penerbangan rute Tarakan-Maratua-Tanjung Redeb setiap Rabu.

Penerbangan dari Tanjung Redeb akan dilakukan pada pukul 09:40 wita.
Dari Bandara Juwata, Tarakan penerbangan dijadwalkan pukul 08:00 Wita dan tiba di Maratua pukul 08:30 Wita. Selanjutnya, penerbangan dari Maratua pukul 09:00 Wita dan tiba di Kalimarau pukul 09.40 Wita.

Sedangkan penerbangan dari Kalimarau pukul 09:50 Wita dan tiba di Maratua pukul 10:30 Wita.

Tiket yang dijual juga cukup terjangkau, yakni Rp 275 ribu untuk sekali perjalanan.

“Penerbangan lanjut ke Tarakan pukul 10:40 Wita dan tiba di Tarakan sekitar pukul 11:30 Wita. Jadi, pesawat RON di Tarakan,” ujar Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau Bambang Hartato.
Menurut Bambang, penambahan frekuensi penerbangan masih sangat terbuka.

“Ke depan bisa selang-seling dua kali dalam seminggu. Frekuensi kemungkinan akan bertambah untuk mendukung pelaksanaan Festival Maratua Jazz yang direncanakan September atau Oktober nanti,” jelas Bambang.

Menurut Bambang, akses ke Maratua akan makin gampang karena Wing Air juga berencana membuka rute ke sana. Namun, Wings Air akan terbang ke Maratua setiap akhir pekan.

“Rencana tanggal 15 Juli juga ada Wings Air dengan rute penerbangan Balikpapan-Maratua,” kata Bambang.

Sementara itu, District Manager Susi Air Tarakan Daniel mengatakan, penundaan terjadi karena pihaknya harus memprogram ulang operasional.
“Untuk sementara ini hanya seminggu sekali. Bulan depan akan kami tingkatkan dua kali dalam seminggu. Namun, sifatnya situasional, bergantung jumlah penumpangnya,” ujar Daniel. Di sisi lain, Wakil Bupati Berau Agus Tantomo menyambut baik penerbangan reguler ke Pulau Maratua.
Sebab, kemudahan akses akan membuat travelista berbondong-bondong ke Maratua.

Selama ini, Maratua memang sudah menjadi salah satu destinasi wajib bagi travelista yang pelesiran ke Kalimantan Timur.

Keindahan Maratua tak kalah dengan pesona yang dimiliki Pulau Derawan. Ketika menginjakkan kaki di Maratua, travelista akan disuguhi pantai dengan air biru yang sangat jernih.

Selain itu, resor-resor yang ada di Maratua juga mampu memanjakan para wisatawan.

Banyak travelista yang menyebut bangunan resor di Maratua mirip dengan Maladewa.

“Penerbangan reguler tersebut akan mendukung pengembangan pariwisata bahari Kabupaten Berau. Aksesibilitas menjadi salah satu kendala dalam pengembangan pariwisata. Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat setempat, penerbangan tersebut juga menunjang pariwisata,” kata Agus.

Menpar Arief Yahya mengucapkan selamat atas pembukaan rute baru ke Pulau Maratua itu. Destinasi wisata bahari yang biasa dipakatkan dengan Derawan, Kakaban, Maratua, yang menjadi andalan Kaltim itu. “Terima kasih Susi Air,” ucap Menteri Arief Yahya.

Menurut Arief Yahya, kunci membangun destinasi wisata ada 3A, atraksi, akses dan amenitas. Khusus atraksi, tidak ada yang perlu diragukan, Kepulauan Derawan itu memiliki wisata bawah laut yang world class. Banyak keindahan bawah laut yang bisa dipromosikan dari kepulauan yang keren itu.

“Tinggal dua hal yang menjadi critical success factor, yakni akses dan amenitas. Hadirnya Susi Air itu menambah kuat aksesibilitas di kepulauan,” kata Arief Yahya.

Tayang di https://fajar.co.id/2017/06/16/kabar-gembira-bagi-travelista-susi-air-buka-rute-ke-maratua/

Categories
News

13 Konser Musik di Alam Ini Cocok Buat Kamu Pencinta Traveling

Tak ada yang bisa mengalahkan euforia menonton konser musisi favorit secara langsung. Bahkan saat konser sudah selesai, kamu masih bisa merasakan euforianya hingga berhari-hari kemudian. Apalagi  konser yang kamu datangi punya konsep super unik, yaitu konser yang diadakan di tengah alam.

Berikut konser unik di Indonesia yang berlokasi di tengah alam

1. Jazz Gunung Bromo

Keindahan alam dan musik yang indah di Jazz Gunung Bromo. Sumber foto

Gunung Bromo sudah sejak lama menjadi destinasi wisata favorit di Jawa Timur. Pesona gunung ini semakin menarik ketika indahnya panorama pegunungan diselingi alunan musik syahdu ala Jazz yang dibawakan para musisi Jazz ternama tanah air dan mancanegara.

Konser unik di Indonesia yang bertajuk gelaran Jazz Gunung, acara yang digelar setiap tahun ini layak disaksikan minimal sekali seumur hidup untuk kamu yang mengaku pecinta musik jazz sejati.

Baca ulasan lengkap mengenai Jazz Gunung Bromo dengan klik di sini.

2. Prambanan Jazz

Menikmati Konser dengan Kemegahan Candi di Prambanan Jazz. Sumber foto

Berlibur ke Jogjakarta tak lengkap rasanya jika belum berkunjung ke Candi Prambanan. Tujuan wisata yang lebih dekat dengan Jogja ini sekarang semakin menarik dengan adanya event Prambanan Jazz. Indahnya pemandangan Candi Prambanan di malam hari semakin romantis dengan diiringi musik Jazz nan syahdu.

3.  Melodi Alam

Melodi alam baru saja dilaksanakan tahun ini. Sumber foto

Melodi Alam adalah festival musik di alam bebas yang menjadi obat penawar dari kejenuhan aktivitas sehari-hari. Konser unik di Indonesia ini diadakan di Gunung Pancar pada bulan Mei 2017 lalu.

Para pengunjung akan terbius oleh teduhnya alam bebas dan tentunya dihangatkan oleh sejumlah musisi kawakan, seperti Float, The Trees & The Wild, Dialog Dini Hari dan masih banyak lagi.

4. Jazz Pinggir Kali, Purbalingga

Jazz Pinggir kali memilih sungai karna memiliki filosofi sebagai sumber kehidupan manusia. Sumber foto

Salah satu bentuk dari gerakan menumbuhkan kecintaan kepada sungai ini adalah Festival JazzGirLi yang dikemas sebagai sebuah festival musik dengan konsep perkemahan 3 hari 2 malam. Kegiatannya berupa sarasehan tentang sungai, workshop menangani sampah sungai, penanaman pohon di tepian sungai dan diakhiri dengan konser musik jazz dengan paduan alat musik modern dan alat musik recycle dari bahan sampah sungai.

5. Ruang Rupa Record (RRREC) Fest in the Valley

Meninggalkan sejenak riuh kota sambil menikmati musik favorite di RRREC. Sumber foto

Festival musik ini dikemas dalam format paket liburan akhir-pekan yang berisikan program seperti pertunjukan musik, pemutaran film layar tancap, residensi seniman, workshop, bincang-bincang, program anak, dan teater.

Konser unik di Indonesia ini digelar di Tanakita Camping Ground, Situgunung, Sukabumi, Jawa Barat. Mayoritas pengisi acara festival adalah band-band indie dari Indonesia maupun manca negara. Band yang tampil di antaranya Efek Rumah Kaca, Stars and Rabbit, Silampukau dan masih banyak lagi.

6. Beach Jazz Festival, Banyuwangi

Tak hanya musik jazz, kearifan lokal Banyuwangi juga ikut diperkenalkan. Sumber foto

Bukan hanya di pegunungan, konser musik jazz juga ada yang diadakan di pinggir pantai, tepatnya di Banyuwangi. Sebenarnya, Beach Jazz Festival merupakan salah satu rangkaian peringatan ulang tahun Kabupaten Banyuwangi.

Tak hanya konser musik, Beach Jazz Festival juga dijadikan ajang untuk mempromosikan kota ini. Beberapa musisi yang pernah tampil di acara ini adalah Tulus, Raisa, dan White Shoes and the Couples Company.

Baca juga rangkaian acara Banyuwangi Festival 2017 dengan klik di sini.

7. Lalala Festival

Dikelilingi pohon pinus sambil menonton payung teduh di Lalala Fest. Sumber foto

Fans Kodaline pasti familiar dengan LaLaLa Festival. Di konser musik inilah band asal Irlainda tersebut tampil untuk pertama kalinya di Indonesia.  LaLaLa Festival pertama kali digelar pada tanggal 5 November 2016 di Cikole, Lembang, Bandung. Selain Kodaline, Jasmine Thompson dan Keith Ape ikut mengisi acara. Walaupun macet total dan sempat di guyur hujan deras, penampilan Kodaline dan konsep acara yang unik mampu meredam kekecewaan para penonton.

8. Maratua Jazz, Berau

Penampilan Syaharani di Maratua Jazz Festival. Sumber foto

Pulau Maratua dijuluki sebagai surga di utara Indonesia. Pulau yang terletak di Laut Sulawesi dan perbatasan dengan Malaysia ini kini tidak hanya menjadi destinasi para wisatawan, namun juga para pecinta musik jazz. Selain dapat menikmati keindahan alam yang ada di pulau yang kaya dengan kehidupan fauna dan flora langka, para turis bisa menikmati pagelaran Maratua Jazz dengan menghadirkan musisi kenamaan.

9. Eco Music Camp

Konser unik dengan panggung yang berbentuk gazebo. Sumber foto

Eco Music Camp digelar di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Sukamantri, Bogor. Konsepnya, penonton berkemah. Para peserta selama tiga hari dapat menikmati pagelaran dari musisi lokal hingga mancanegara, dari berbagai genre musik seperti religius hingga jazz. Selain panggung musik, diadakan pula workshop dan coaching clinic. Ada pula diskusi serta pemutaran film.

10. Mahakam Jazz Fiesta, Samarinda

Penamipilan jazz di pinggir sungai mahakam tak kalah menakjubkan. Sumber foto

Musik Jazz tampaknya sudah mulai membumi di Indonesia. Buktinya, tak ingin kalah dari kota-kota lain, Samarinda pun turut menyemarakkan genre musik ini. Mahakam Jazz Fiesta merupakan salah satu acara musik Jazz yang bertaraf internasional dan banyak diminati oleh para musisi maupun pencinta musik jazz. Konser unik di Indonesia ini digelar di pinggir Sungai Mahakam. Indahnya Sungai mahakam dan alunan jazz yang syahdu rasanya merupakan doube combo bagi pecinta alam dan musik.

11. Moker Camp, Kalimantan Barat

Camping di pinggir pantai sambil menikmati musik sangat menajubkan. Sumber foto

Pontianak juga terdaat konser unik yang lokasinya menyatu dengan alam. Yaitu, Moker Camp yang diadakan di tepi pantai Pulau Temajok, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Sesuai namanya, Moker Camp dibungkus seperti kegitan kemah. Cocok untuk kamu yang menyukai kegiatan camping. Mulai dari tidur di tenda, makan bersama, sampai menanam mangrove.

Kegiatan yang paling ditunggu adalah malam api unggun. Pada saat inilah band-band indie Pontianak memainkan musiknya. Misalnya, Wai Rejected, Manjakani, dan Linimasa dan masih banyak lagi. Pengalaman ini pasti tak akan terlupakan!

12. Jazz Atas Awan, Dieng

Penerbangan lampion menambah keindahan Jazz Atas Awan. Sumber foto

Jazz Atas Awan merupakan salah satu konser unik di Indonesia. Digelar di dataran tinggi Dieng, Jazz Atas Awan menjadi rangkaian acara Dieng Culture Festival yang biasanya diadakan pada bulan Juli hingga Agustus.

Karena konsepnya yang unik, pagelaran tersebut tak ayal menyedot perhatian dari berbagai wisatawan mancanegara. Selain menikmati syahdunya musik jazz, pengunjung pun dapat menikmati keindahan alam khas dataran tinggi Dieng.

Intip keseruan Jazz Atas Awan Dieng Culture Festival dengan klik di sini.

13. Ijen Summer Jazz

Konser ini hanya menyediakan 300 tiket saja. Sumber foto

Ijen Summer Jazz menawarkan pertunjukan musik yang ‘intim’ kepada 300 orang pecinta jazz. Tidak ada batas antara penonton dengan musisi sehingga penonton dapat berinteraksi langsung dengan musisi yang tampil. Konser unik di Indonesia ini diadakan di panggung terbuka Jiwa Jawa Resort Ijen, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Ijen Summer Jazz telah menjadi rangkaian festival musik jazz yang rutin digelar Banyuwangi. Even ini turut mewarnai beragamnya atraksi pariwisata di Banyuwangi.

Artikel ini tayang di https://phinemo.com/konser-unik-yang-berlokasi-di-tengah-alam/

Categories
News

Biodiversity dan Sustainable Tourism

Dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati pada tanggal 22 Mei 2017, yayasan KEHATI membahas Maratua sebagai tempat mengelola eco tourism. Pengelolaan ekowisata di Pulau Maratua antara lain dengan membangun dive centre dan memberikan pelatihan bagi masyarakat sebagai pemandu wisata. Selain itu terdapat pula program adopsi mangrove, penyu, karang, dan ekowisata desa. Beberapa keuntungan dirasakan langsung oleh desa setempat.

Dengan ekowisata, kegiatan konservasi bisa memberikan nilai tambah ekonomi masyarakat, pemerintah, dan memberikan pembelajaran langsung kepada masyarakat lokal untuk melestarikan hutan, laut, hewan. Pengembangan pariwisata tentunya juga memerlukan biaya yang besar, dan diharapkan melalui pariwisata berkelanjutan tidak hanya menambah penghasilan masyarakat, namun juga bisa meningkatkan dari sisi lingkungan. Saran yang diberikan untuk pengembangan wisata yaitu masyarakat dapat mengembangkan kearifan lokal secara khusus seperti makanan dan kerajinan yang berbasis peduli lingkungan dan keunikan setiap daerah.

Melalui ekowisata ini, peningkatan ekonomi masyarakat dan potensi untuk konservasi keanekaragaman hayati dapat diterapkan. Untuk itu perlu adanya pengembangan model-model pariwisata yang peduli lingkungan dan peduli masyarakat lokal. Dari sisi kesenian misalnya, diadakan Maratua Jazz dan Dive Fiesta, yaitu satu-satunya festival jazz dan diving di dunia dengan pendekatan yang berbeda. Kini target untuk tahun 2020 yaitu dibuatnya 20 festival serupa di berbagai daerah. Namun ketersediaan speed boat masih menjadi kendala dalam terselenggaranya kegiatan Jazz Fiesta. KEHATI juga berpartner dengan Chevron dalam berbagai program. Chevron merupakan perusahaan yang berlandaskan people, partnership, and environment.

Tayang di http://pojokiklim.menlhk.go.id/read/biodiversity-dan-sustainable-tourism

Categories
News

Maratua Jazz & Dive Fiesta hadir di Jazzahead Bremen Jerman

KBRN, Hamburg: Indonesia berpartisipasi pada Jazz Ahead 2017 di Bremen, Jerman, 27-30 April. Ini difasilitasi Konsulat Jenderal Indonesia di Hamburg, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Wartajazz.

Jazzahead 2017 ajang eksibisi dan pertemuan musisi dan industri jazz internasional yang memadukan festival, konferensi dan eksibisi serta pertemuan bisnis, jaringan industri dan musisi Jazz international.

Ini untuk mempromosikan industri kreatif Indonesia, yakni musik jazz beserta potensi pendukung dalam industri musik kepada pemangku kepentingan musik jazz dunia yang hadir pada festival di Bremen, demikkan pejabat Penerangan Sosial dan Budaya Konsulat Jenderal Indonesia di Hamburg dalam keterangannya, Rabu (3/5/2017).

Dengan menempati stand berukuran 2×2 m2, Indonesia mengoptimalkan potensi yang ada melalui hiasan pernak pernik ornamen khas Indonesia, poster, brosur mempromosikan kesenian Indoneisia utamanya festival jazz yang akan diadakan diberbagai kota di Indonesia selama 2017.

Konsul Jenderal Indonesia di Hamburg, Sylvia Arifin, hadir pada gelaran di Bremen Messe, yang juga dihadiri Nicole Johnntgen, Maratua Jazz, dan Dive Fiesta, serta diaspora Indonesia di Bremen.

Pameran dan festival musik Jazz Ahead 2017 diikuti 547 peserta dari 55 negara dihadiri 5.000 pengunjung. Pada 2014, Indonesia berpartisipasi dengan mendatangkan kelompok seniman nasional diantaranya Djaduk Ferriyanto.

Dalam acara Jazz Ahead kali ini, terdapat peluang kerja sama dan kemitraan dengan sejumlah negara antara lain Jerman, Australia, dan Montenegro.

Tayang di http://www.rri.co.id/post/berita/388731/hiburan/indonesia_hadir_di_jazz_ahead_di_bremen.html

Categories
News

Maratua Jazz and Dive Fiesta, Wujud Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Kabupaten Berau

Sumber daya alam yang terbentang dari Dataran tinggi Karst hingga ke terumbukarang merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa untuk Kabupaten Berau dan menyimpan potensi pariwisata yang sungguh luar biasa.

Belum ke Berau, Kalimantan Timur jika belum menginjak Maratua dan gugusan pulau-pulau di sekelilingnya .

Maratua Jazz and Dive Fiesta menawarkan contoh model pengembangan destinasi pulau kecil dan terdepan Indonesia dalam wujud membangun Pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Berau.

Tercatat ada nama Nicole Johanttagen dari Jerman dan Peter Finc dari Swiss, lalu Dock in Absolute

Dari Luxembourg yang masuk dalam jajaran artis Internasional. Sementara dari dalam negeri si cantik Monita Tahalea juga menyatakan diri siap mendukung kegiatan ini . Nama besar dalam dunia jazz Indonesia ,pianis Idang Rasjidi juga siap tampil bersama the Red Code-nya.

Bapak H. Agus Tamtomo ,wakil bupati Berau menyatakan,”Maratua Jazz and Dive Fiesta disampaikan akan menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara.

Apalagi event ini memiliki perbedaan dari setiap event yang dilaksanakan”.

Sementara itu Juhriansyah yang merupakan co-founder Festival yang juga direktur Yayasan Berau Lestari, menyampaikan ,” Kami akan mengisi berbagi kegiatan yang melibatkan masyarakat serta menggugah kepedulian mereka pada lingkungan dengan mengadakan Coral Day, Transplantasi Karang dan lain-lain. Besar harapan kami, MJDF memberikan contoh positif tentang sebuah acara yang digelar di pulau terdepan Indonesia”.

Berada di Pusat Terumbu Karang Dunia (Coral Triangle)menjadikan kekayaan keanekaragaman hayati lautnya menempatkan Laut Berau menjadi salah satu pusat kekayaan sumberdaya laut terbaik didunia bersama Kepulauan Raja Ampat dan Kepulauan Micrnesia. Kepulauan Derawan saat ini telah menjadi salah satu tujuan wisata bahari yang cukup penting di Indonesia sehingga menjadi surga bagi para divers untuk menikmati kekayaan bawah laut seperti ubur-ubur tidak menyengat di Danau Pulau Kakabian,Penyu ,Manta ,Hiu, Barakuda, Hiu Paus serta terumbu karang yang beraneka warna,lebih dari 40 dive site yang dapat di eksplore oleh para diver di Kepulauan Derawan ini.

Acara ini di Inisiasi oleh WartJazz.com dan Yayasan Berau Lestari didukung penuh Pemerintah Kabupaten Berau dan Kementrian Kelautan dan Perikanan serta Kementrian Kelautan dan Perikanan serta Kementrian Pariwisata Republik Indonesia ,serta mitra pendukung seperti Yayasan KEHATI,Berau Coal,NDT, Forum Komunikasi Maritim Berau,GNFI,Yayasan Penyu Berau, dan di organisir oleh Jalamaya Productions.

Tayang di http://www.thequality.co.id/index.php/home/post/579/maratua-jazz-and-dive-fiesta-wujud-pembangunan-pariwisata-berkelanjutan-kabupaten-berau

Categories
News

Maratua Jazz and Dive Fiesta 2017 akan Dilangsungkan Bulan Oktober

SPORTOURISM – Pulau Maratua adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di Laut Sulawesi dan berbatasan dengan negara Malaysia. Pulau ini merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Guna mengembangkan potensi pariwisatanya, Pemerintah Kabupaten Berau bekerja sama dengan Yayasan Berau Lestari dan WartaJazz untuk menggelar Maratua Jazz & Dive Fiesta (MJDF) yang kedua, pada tanggal 6-8 Oktober 2017.

Acara tersebut tergolong unik, pasalnya menggabungkan dua komunitas yakni jazz dan diving. Agus Setiawan Basuni, Founder sekaligus Festival Director MJDF, memproklamirkan MJDF sebagai satu-satunya acara jazz di dunia dengan konsep seperti itu.

“Nonton konser jazz bisa sambil snorkling? MJDF mungkin satu-satunya di dunia. Konsepnya adalah konser jazz di pinggir pantai. Ini (MJDF) merupakan satu-satunya festival jazz yang nungguin sunset, jadi beberapa menit sebelum sunset acara akan berhenti untuk memberi kesempatan pengunjung menyaksikan golden moment. Acara ini bahkan dimulai dengan pelepasan Tukik,” ujar Agus, saat konfrensi pers MJDF di Panggung Deep and Extreme Indonesia 2017, Jakarta Convention Centre, Kamis (30/3).

Saat ditanya target pengunjung, Agus yang juga merangkap Managing Director WartaJazz, mengatakan tahun ini MJDF menargetkan 500 orang yang membeli paket.

“Dua tahun lalu, saat MJDF pertama dilangsungkan, pembeli paket berjumlah 300 orang. Tahun ini kami menargetkan 500 orang. Namun, saat ini masih penjajakan dengan PT Pelni untuk program floating accommodation. Jika ini sukses, maka visa menambah target mencapai 1000 orang,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Berau Agus Setiawan Basuni, mengatakan bahwa penyelenggaraan MJDF pertama mengalami kendala di sektor transportasi. Untuk itu tahun ini, akan dibuka Bandar Udara (Bandara) baru di Maratua.

Keberagaman biota di maratua di maratua. Hiu tutul tebanyak di asia tenggara mencapai 40 ekor. Target kami adalah dolar,bukan hny rupiah.

“Bandara insyaallah akan dibuka bulan depan. Menurut rencana, Presiden Joko Widodo akan meresmikan pembukaan bandara tersebut. Hal itu tentu akan memudahkan kami yang menargetkan lonjakan pengunjung dari mancanegara,” ujarnya.

Dalam MJDF 2017, tak hanya dimeriahkan oleh musisi dalam negeri saja. Nicole Johanttgen (Jerman), Peter Finc (Swiss), dan Dock in Absolute (Luxemburg) merupakan nama dari mancanegara yang akan memeriahkan MJDF 2017. Sedangkan Monita Tahalea dan Idang Rasjidi adalah nama musis dalam negeri yang memeriahkan ajang jazz di pantai itu.

Harga yang dibanderol untuk menikmati serangkaian aktivitas selama tiga hari dan dua malam di Maratua Jazz & Dive Fiesta adalah Rp 3,5 juta. Dengan biaya itu, sahabat sporto sudah bisa menikmati jazz concert, dive trip, snorkling, food festival, coral day, transplantasi karang, pelepasan tukik, island hopping (Maratua-Kakaban-Singalaki-Derawan). Namun jika sahabat sporto membeli paket di pagelaran Deep & Extreme Indonesia 2017, Anda cukup mengeluarkan Rp 3.135.000. [Agung Rahmadsyah]

Tayang di https://sportourism.id/news/maratua-jazz-and-dive-fiesta-2017-akan-dilangsungkan-bulan-oktober