Categories
News

Makin Asyik Menjelajah Kalimantan, Susi Air Buka Rute ke Maratua

KORPRI.ID, BERAU – Ini kabar gembira bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Pulau Maratua, Berau, Kalimantan Timur (Kaltim).

Saat ini, wisatawan bisa menggunakan jalur udara karena Susi Air sudah membuka rute Kalimarau-Maratua.
Maskapai milik Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti itu resmi terbang perdana pada Senin (12/6) lalu. Awalnya, Susi Air akan terbang perdana pada Rabu (7/6) lalu. Namun, manajemen akhirnya memilih menunda hingga Senin (12/6).

Susi Air mengangkut sembilan penumpang dalam penerbangan perdana itu. Setelah ini, Susi Air akan melayani penerbangan rute Tarakan-Maratua-Tanjung Redeb setiap Rabu. Penerbangan dari Tanjung Redeb akan dilakukan pada pukul 09:40 wita.
Dari Bandara Juwata, Tarakan penerbangan dijadwalkan pukul 08:00 Wita dan tiba di Maratua pukul 08:30 Wita. Selanjutnya, penerbangan dari Maratua pukul 09:00 Wita dan tiba di Kalimarau pukul 09.40 Wita.

Sedangkan penerbangan dari Kalimarau pukul 09:50 Wita dan tiba di Maratua pukul 10:30 Wita. Tiket yang dijual juga cukup terjangkau, yakni Rp 275 ribu untuk sekali perjalanan. “Penerbangan lanjut ke Tarakan pukul 10:40 Wita dan tiba di Tarakan sekitar pukul 11:30 Wita. Jadi, pesawat RON di Tarakan,” ujar Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau Bambang Hartato.

Menurut Bambang, penambahan frekuensi penerbangan masih sangat terbuka. “Ke depan bisa selang-seling dua kali dalam seminggu. Frekuensi kemungkinan akan bertambah untuk mendukung pelaksanaan Festival Maratua Jazz yang direncanakan September atau Oktober nanti,” ujar Bambang.

Menurut Bambang, akses ke Maratua akan makin gampang karena Wing Air juga berencana membuka rute ke sana. Namun, Wings Air akan terbang ke Maratua setiap akhir pekan. “Rencana tanggal 15 Juli juga ada Wings Air dengan rute penerbangan Balikpapan-Maratua,” kata Bambang.

Sementara itu, District Manager Susi Air Tarakan Daniel mengatakan, penundaan terjadi karena pihaknya harus memprogram ulang operasional.  “Untuk sementara ini hanya seminggu sekali. Bulan depan akan kami tingkatkan dua kali dalam seminggu. Namun, sifatnya situasional, bergantung jumlah penumpangnya,” ujar Daniel.

Wakil Bupati Berau Agus Tantomo menyambut baik penerbangan reguler ke Pulau Maratua. Sebab, kemudahan akses akan membuat travelista berbondong-bondong ke Maratua. Selama ini, Maratua memang sudah menjadi salah satu destinasi wajib bagi travelista yang pelesiran ke Kalimantan Timur.

Keindahan Maratua tak kalah dengan pesona yang dimiliki Pulau Derawan. Ketika menginjakkan kaki di Maratua, travelista akan disuguhi pantai dengan air biru yang sangat jernih. Selain itu, resor-resor yang ada di Maratua juga mampu memanjakan para wisatawan. Banyak travelista yang menyebut bangunan resor di Maratua mirip dengan Maladewa.
“Penerbangan reguler tersebut akan mendukung pengembangan pariwisata bahari Kabupaten Berau. Aksesibilitas menjadi salah satu kendala dalam pengembangan pariwisata. Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat setempat, penerbangan tersebut juga menunjang pariwisata,” kata Agus.

Tayang di https://asn.id/berita/5557/makin-asyik-menjelajah-kalimantan-susi-air-buka-rute-ke-maratua

Categories
News

Kabar Gembira Bagi Travelista, Susi Air Buka Rute ke Maratua

KALTIM – Ini kabar gembira bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Pulau Maratua, Berau, Kalimantan Timur (Kaltim). Saat ini, wisatawan bisa menggunakan jalur udara karena Susi Air sudah membuka rute Kalimarau-Maratua.

Maskapai milik Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti itu resmi terbang perdana pada Senin (12/6) lalu. Awalnya, Susi Air akan terbang perdana pada Rabu (7/6) lalu. Namun, manajemen akhirnya memilih menunda hingga Senin (12/6).

Susi Air mengangkut sembilan penumpang dalam penerbangan perdana itu. Setelah ini, Susi Air akan melayani penerbangan rute Tarakan-Maratua-Tanjung Redeb setiap Rabu.

Penerbangan dari Tanjung Redeb akan dilakukan pada pukul 09:40 wita.
Dari Bandara Juwata, Tarakan penerbangan dijadwalkan pukul 08:00 Wita dan tiba di Maratua pukul 08:30 Wita. Selanjutnya, penerbangan dari Maratua pukul 09:00 Wita dan tiba di Kalimarau pukul 09.40 Wita.

Sedangkan penerbangan dari Kalimarau pukul 09:50 Wita dan tiba di Maratua pukul 10:30 Wita.

Tiket yang dijual juga cukup terjangkau, yakni Rp 275 ribu untuk sekali perjalanan.

“Penerbangan lanjut ke Tarakan pukul 10:40 Wita dan tiba di Tarakan sekitar pukul 11:30 Wita. Jadi, pesawat RON di Tarakan,” ujar Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau Bambang Hartato.
Menurut Bambang, penambahan frekuensi penerbangan masih sangat terbuka.

“Ke depan bisa selang-seling dua kali dalam seminggu. Frekuensi kemungkinan akan bertambah untuk mendukung pelaksanaan Festival Maratua Jazz yang direncanakan September atau Oktober nanti,” jelas Bambang.

Menurut Bambang, akses ke Maratua akan makin gampang karena Wing Air juga berencana membuka rute ke sana. Namun, Wings Air akan terbang ke Maratua setiap akhir pekan.

“Rencana tanggal 15 Juli juga ada Wings Air dengan rute penerbangan Balikpapan-Maratua,” kata Bambang.

Sementara itu, District Manager Susi Air Tarakan Daniel mengatakan, penundaan terjadi karena pihaknya harus memprogram ulang operasional.
“Untuk sementara ini hanya seminggu sekali. Bulan depan akan kami tingkatkan dua kali dalam seminggu. Namun, sifatnya situasional, bergantung jumlah penumpangnya,” ujar Daniel. Di sisi lain, Wakil Bupati Berau Agus Tantomo menyambut baik penerbangan reguler ke Pulau Maratua.
Sebab, kemudahan akses akan membuat travelista berbondong-bondong ke Maratua.

Selama ini, Maratua memang sudah menjadi salah satu destinasi wajib bagi travelista yang pelesiran ke Kalimantan Timur.

Keindahan Maratua tak kalah dengan pesona yang dimiliki Pulau Derawan. Ketika menginjakkan kaki di Maratua, travelista akan disuguhi pantai dengan air biru yang sangat jernih.

Selain itu, resor-resor yang ada di Maratua juga mampu memanjakan para wisatawan.

Banyak travelista yang menyebut bangunan resor di Maratua mirip dengan Maladewa.

“Penerbangan reguler tersebut akan mendukung pengembangan pariwisata bahari Kabupaten Berau. Aksesibilitas menjadi salah satu kendala dalam pengembangan pariwisata. Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat setempat, penerbangan tersebut juga menunjang pariwisata,” kata Agus.

Menpar Arief Yahya mengucapkan selamat atas pembukaan rute baru ke Pulau Maratua itu. Destinasi wisata bahari yang biasa dipakatkan dengan Derawan, Kakaban, Maratua, yang menjadi andalan Kaltim itu. “Terima kasih Susi Air,” ucap Menteri Arief Yahya.

Menurut Arief Yahya, kunci membangun destinasi wisata ada 3A, atraksi, akses dan amenitas. Khusus atraksi, tidak ada yang perlu diragukan, Kepulauan Derawan itu memiliki wisata bawah laut yang world class. Banyak keindahan bawah laut yang bisa dipromosikan dari kepulauan yang keren itu.

“Tinggal dua hal yang menjadi critical success factor, yakni akses dan amenitas. Hadirnya Susi Air itu menambah kuat aksesibilitas di kepulauan,” kata Arief Yahya.

Tayang di https://fajar.co.id/2017/06/16/kabar-gembira-bagi-travelista-susi-air-buka-rute-ke-maratua/

Categories
News

13 Konser Musik di Alam Ini Cocok Buat Kamu Pencinta Traveling

Tak ada yang bisa mengalahkan euforia menonton konser musisi favorit secara langsung. Bahkan saat konser sudah selesai, kamu masih bisa merasakan euforianya hingga berhari-hari kemudian. Apalagi  konser yang kamu datangi punya konsep super unik, yaitu konser yang diadakan di tengah alam.

Berikut konser unik di Indonesia yang berlokasi di tengah alam

1. Jazz Gunung Bromo

Keindahan alam dan musik yang indah di Jazz Gunung Bromo. Sumber foto

Gunung Bromo sudah sejak lama menjadi destinasi wisata favorit di Jawa Timur. Pesona gunung ini semakin menarik ketika indahnya panorama pegunungan diselingi alunan musik syahdu ala Jazz yang dibawakan para musisi Jazz ternama tanah air dan mancanegara.

Konser unik di Indonesia yang bertajuk gelaran Jazz Gunung, acara yang digelar setiap tahun ini layak disaksikan minimal sekali seumur hidup untuk kamu yang mengaku pecinta musik jazz sejati.

Baca ulasan lengkap mengenai Jazz Gunung Bromo dengan klik di sini.

2. Prambanan Jazz

Menikmati Konser dengan Kemegahan Candi di Prambanan Jazz. Sumber foto

Berlibur ke Jogjakarta tak lengkap rasanya jika belum berkunjung ke Candi Prambanan. Tujuan wisata yang lebih dekat dengan Jogja ini sekarang semakin menarik dengan adanya event Prambanan Jazz. Indahnya pemandangan Candi Prambanan di malam hari semakin romantis dengan diiringi musik Jazz nan syahdu.

3.  Melodi Alam

Melodi alam baru saja dilaksanakan tahun ini. Sumber foto

Melodi Alam adalah festival musik di alam bebas yang menjadi obat penawar dari kejenuhan aktivitas sehari-hari. Konser unik di Indonesia ini diadakan di Gunung Pancar pada bulan Mei 2017 lalu.

Para pengunjung akan terbius oleh teduhnya alam bebas dan tentunya dihangatkan oleh sejumlah musisi kawakan, seperti Float, The Trees & The Wild, Dialog Dini Hari dan masih banyak lagi.

4. Jazz Pinggir Kali, Purbalingga

Jazz Pinggir kali memilih sungai karna memiliki filosofi sebagai sumber kehidupan manusia. Sumber foto

Salah satu bentuk dari gerakan menumbuhkan kecintaan kepada sungai ini adalah Festival JazzGirLi yang dikemas sebagai sebuah festival musik dengan konsep perkemahan 3 hari 2 malam. Kegiatannya berupa sarasehan tentang sungai, workshop menangani sampah sungai, penanaman pohon di tepian sungai dan diakhiri dengan konser musik jazz dengan paduan alat musik modern dan alat musik recycle dari bahan sampah sungai.

5. Ruang Rupa Record (RRREC) Fest in the Valley

Meninggalkan sejenak riuh kota sambil menikmati musik favorite di RRREC. Sumber foto

Festival musik ini dikemas dalam format paket liburan akhir-pekan yang berisikan program seperti pertunjukan musik, pemutaran film layar tancap, residensi seniman, workshop, bincang-bincang, program anak, dan teater.

Konser unik di Indonesia ini digelar di Tanakita Camping Ground, Situgunung, Sukabumi, Jawa Barat. Mayoritas pengisi acara festival adalah band-band indie dari Indonesia maupun manca negara. Band yang tampil di antaranya Efek Rumah Kaca, Stars and Rabbit, Silampukau dan masih banyak lagi.

6. Beach Jazz Festival, Banyuwangi

Tak hanya musik jazz, kearifan lokal Banyuwangi juga ikut diperkenalkan. Sumber foto

Bukan hanya di pegunungan, konser musik jazz juga ada yang diadakan di pinggir pantai, tepatnya di Banyuwangi. Sebenarnya, Beach Jazz Festival merupakan salah satu rangkaian peringatan ulang tahun Kabupaten Banyuwangi.

Tak hanya konser musik, Beach Jazz Festival juga dijadikan ajang untuk mempromosikan kota ini. Beberapa musisi yang pernah tampil di acara ini adalah Tulus, Raisa, dan White Shoes and the Couples Company.

Baca juga rangkaian acara Banyuwangi Festival 2017 dengan klik di sini.

7. Lalala Festival

Dikelilingi pohon pinus sambil menonton payung teduh di Lalala Fest. Sumber foto

Fans Kodaline pasti familiar dengan LaLaLa Festival. Di konser musik inilah band asal Irlainda tersebut tampil untuk pertama kalinya di Indonesia.  LaLaLa Festival pertama kali digelar pada tanggal 5 November 2016 di Cikole, Lembang, Bandung. Selain Kodaline, Jasmine Thompson dan Keith Ape ikut mengisi acara. Walaupun macet total dan sempat di guyur hujan deras, penampilan Kodaline dan konsep acara yang unik mampu meredam kekecewaan para penonton.

8. Maratua Jazz, Berau

Penampilan Syaharani di Maratua Jazz Festival. Sumber foto

Pulau Maratua dijuluki sebagai surga di utara Indonesia. Pulau yang terletak di Laut Sulawesi dan perbatasan dengan Malaysia ini kini tidak hanya menjadi destinasi para wisatawan, namun juga para pecinta musik jazz. Selain dapat menikmati keindahan alam yang ada di pulau yang kaya dengan kehidupan fauna dan flora langka, para turis bisa menikmati pagelaran Maratua Jazz dengan menghadirkan musisi kenamaan.

9. Eco Music Camp

Konser unik dengan panggung yang berbentuk gazebo. Sumber foto

Eco Music Camp digelar di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Sukamantri, Bogor. Konsepnya, penonton berkemah. Para peserta selama tiga hari dapat menikmati pagelaran dari musisi lokal hingga mancanegara, dari berbagai genre musik seperti religius hingga jazz. Selain panggung musik, diadakan pula workshop dan coaching clinic. Ada pula diskusi serta pemutaran film.

10. Mahakam Jazz Fiesta, Samarinda

Penamipilan jazz di pinggir sungai mahakam tak kalah menakjubkan. Sumber foto

Musik Jazz tampaknya sudah mulai membumi di Indonesia. Buktinya, tak ingin kalah dari kota-kota lain, Samarinda pun turut menyemarakkan genre musik ini. Mahakam Jazz Fiesta merupakan salah satu acara musik Jazz yang bertaraf internasional dan banyak diminati oleh para musisi maupun pencinta musik jazz. Konser unik di Indonesia ini digelar di pinggir Sungai Mahakam. Indahnya Sungai mahakam dan alunan jazz yang syahdu rasanya merupakan doube combo bagi pecinta alam dan musik.

11. Moker Camp, Kalimantan Barat

Camping di pinggir pantai sambil menikmati musik sangat menajubkan. Sumber foto

Pontianak juga terdaat konser unik yang lokasinya menyatu dengan alam. Yaitu, Moker Camp yang diadakan di tepi pantai Pulau Temajok, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Sesuai namanya, Moker Camp dibungkus seperti kegitan kemah. Cocok untuk kamu yang menyukai kegiatan camping. Mulai dari tidur di tenda, makan bersama, sampai menanam mangrove.

Kegiatan yang paling ditunggu adalah malam api unggun. Pada saat inilah band-band indie Pontianak memainkan musiknya. Misalnya, Wai Rejected, Manjakani, dan Linimasa dan masih banyak lagi. Pengalaman ini pasti tak akan terlupakan!

12. Jazz Atas Awan, Dieng

Penerbangan lampion menambah keindahan Jazz Atas Awan. Sumber foto

Jazz Atas Awan merupakan salah satu konser unik di Indonesia. Digelar di dataran tinggi Dieng, Jazz Atas Awan menjadi rangkaian acara Dieng Culture Festival yang biasanya diadakan pada bulan Juli hingga Agustus.

Karena konsepnya yang unik, pagelaran tersebut tak ayal menyedot perhatian dari berbagai wisatawan mancanegara. Selain menikmati syahdunya musik jazz, pengunjung pun dapat menikmati keindahan alam khas dataran tinggi Dieng.

Intip keseruan Jazz Atas Awan Dieng Culture Festival dengan klik di sini.

13. Ijen Summer Jazz

Konser ini hanya menyediakan 300 tiket saja. Sumber foto

Ijen Summer Jazz menawarkan pertunjukan musik yang ‘intim’ kepada 300 orang pecinta jazz. Tidak ada batas antara penonton dengan musisi sehingga penonton dapat berinteraksi langsung dengan musisi yang tampil. Konser unik di Indonesia ini diadakan di panggung terbuka Jiwa Jawa Resort Ijen, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Ijen Summer Jazz telah menjadi rangkaian festival musik jazz yang rutin digelar Banyuwangi. Even ini turut mewarnai beragamnya atraksi pariwisata di Banyuwangi.

Artikel ini tayang di https://phinemo.com/konser-unik-yang-berlokasi-di-tengah-alam/