Categories
News

Maratua Jazz and Dive Fiesta 2017 akan Dilangsungkan Bulan Oktober

SPORTOURISM – Pulau Maratua adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di Laut Sulawesi dan berbatasan dengan negara Malaysia. Pulau ini merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Guna mengembangkan potensi pariwisatanya, Pemerintah Kabupaten Berau bekerja sama dengan Yayasan Berau Lestari dan WartaJazz untuk menggelar Maratua Jazz & Dive Fiesta (MJDF) yang kedua, pada tanggal 6-8 Oktober 2017.

Acara tersebut tergolong unik, pasalnya menggabungkan dua komunitas yakni jazz dan diving. Agus Setiawan Basuni, Founder sekaligus Festival Director MJDF, memproklamirkan MJDF sebagai satu-satunya acara jazz di dunia dengan konsep seperti itu.

“Nonton konser jazz bisa sambil snorkling? MJDF mungkin satu-satunya di dunia. Konsepnya adalah konser jazz di pinggir pantai. Ini (MJDF) merupakan satu-satunya festival jazz yang nungguin sunset, jadi beberapa menit sebelum sunset acara akan berhenti untuk memberi kesempatan pengunjung menyaksikan golden moment. Acara ini bahkan dimulai dengan pelepasan Tukik,” ujar Agus, saat konfrensi pers MJDF di Panggung Deep and Extreme Indonesia 2017, Jakarta Convention Centre, Kamis (30/3).

Saat ditanya target pengunjung, Agus yang juga merangkap Managing Director WartaJazz, mengatakan tahun ini MJDF menargetkan 500 orang yang membeli paket.

“Dua tahun lalu, saat MJDF pertama dilangsungkan, pembeli paket berjumlah 300 orang. Tahun ini kami menargetkan 500 orang. Namun, saat ini masih penjajakan dengan PT Pelni untuk program floating accommodation. Jika ini sukses, maka visa menambah target mencapai 1000 orang,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Berau Agus Setiawan Basuni, mengatakan bahwa penyelenggaraan MJDF pertama mengalami kendala di sektor transportasi. Untuk itu tahun ini, akan dibuka Bandar Udara (Bandara) baru di Maratua.

Keberagaman biota di maratua di maratua. Hiu tutul tebanyak di asia tenggara mencapai 40 ekor. Target kami adalah dolar,bukan hny rupiah.

“Bandara insyaallah akan dibuka bulan depan. Menurut rencana, Presiden Joko Widodo akan meresmikan pembukaan bandara tersebut. Hal itu tentu akan memudahkan kami yang menargetkan lonjakan pengunjung dari mancanegara,” ujarnya.

Dalam MJDF 2017, tak hanya dimeriahkan oleh musisi dalam negeri saja. Nicole Johanttgen (Jerman), Peter Finc (Swiss), dan Dock in Absolute (Luxemburg) merupakan nama dari mancanegara yang akan memeriahkan MJDF 2017. Sedangkan Monita Tahalea dan Idang Rasjidi adalah nama musis dalam negeri yang memeriahkan ajang jazz di pantai itu.

Harga yang dibanderol untuk menikmati serangkaian aktivitas selama tiga hari dan dua malam di Maratua Jazz & Dive Fiesta adalah Rp 3,5 juta. Dengan biaya itu, sahabat sporto sudah bisa menikmati jazz concert, dive trip, snorkling, food festival, coral day, transplantasi karang, pelepasan tukik, island hopping (Maratua-Kakaban-Singalaki-Derawan). Namun jika sahabat sporto membeli paket di pagelaran Deep & Extreme Indonesia 2017, Anda cukup mengeluarkan Rp 3.135.000. [Agung Rahmadsyah]

Tayang di https://sportourism.id/news/maratua-jazz-and-dive-fiesta-2017-akan-dilangsungkan-bulan-oktober

Categories
News

Road to Maratua Jazz and Dive Fiesta 2017

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Konser Jazz Jonathan Scales Fourchestra dari Amerika Serikat yang berlangsung di halaman Museum Batiwakkal Kesultanan Gunung Tabur, malam tadi, menjadi bagian dari Road to Maratua Jazz and Dive Fiesta yang rencana digelar pada Oktober 2017 mendatang.

Sebelum tampil menghibur masyarakat pengunjung Pasar Barambang di tepian Gunung Tabur, Jonatan Scales Fourchestra bersama Wakil Bupati Agus Tantomo dan Kedutaan Besar Amerika Serikat menggelar konferensi pers di IP Cafe Tanjung Redeb.

Gelaran Konser Jazz Jonathan Scales Fourchestra merupakan program American Music Abroad-Indonesia Tour 2017, kerja sama Pemerintah Kabupaten Berau bersama Warta Jazz dan Kedutaan Besar Amerika Serikat yang menghadirkan group musisi jazz asal Amerika yang penuh talenta dan keunikan.

Melalui event ini akan menjadi media promosi untuk gelaran Maratua Jazz and Dive Fiesta yang diharapkan akan menyedot jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Festival Maratua Jazz and Dive Fiesta merupakan kombinasi menikmati musik jazz yang dirangkai dengan kegiatan menyelam di perairan Kabupaten Berau yang keindahannya sudah sangat terkenal. Kombinasi musik jazz dan menyelam ini bahkan disebut-sebut merupakan yang pertama kali digelar di dunia. Bahkan boleh dibilang unik, karena menggabungkan keduanya menjadi satu di tempat wisata yang eksotis. Dan Festival Jazz di Pulau Maratua ini merupakan kali kedua setelah event yang sama digelar pada 2015 lalu.

Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Amerika untuk Indonesia, Karen, mengungkapkan, pihaknya sangat senang untuk menggelar kegiatan American Music Abroad-Indonesia Tour 2017 di Kabupaten Berau.

Diakuinya, pertukaran budaya di luar Pulau Jawa, baru kali ini dilakukan oleh Kedutaan Amerika. “Kami sangat senang berada di sini, dan senang bisa ikut berpatisipasi, untuk pertama kalinya kami datang ke tempat ini membawa musisi jazz dari Amerika,” ungkapnya.

Dikatakan Karen, Jazz merupakan budaya asli Amerika yang ingin dikenalkan kepada masyarakat Indonesia. Sebaliknya, pihaknya juga ingin mengetahui dan mempelajari lebih dalam tentang kesenian dan budaya masyarakat Indonesia.

“Tujuan Kedutaan Amerika adalah membangun kemitraan dengan isntitusi (pemerintah) dan juga masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Sementara Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo, menyambut baik dan berterima kasih kepada Keduataan Besar Amerika Serikat yang memilih Kabupaten Berau dalam program American Music Abroad-Indonesia Tour 2017  dan menghadirkan langsung musisi jazz dari Amerika Serikat. Terlebih program yang menjadi rangkaian Maratua Jazz and Dive Fiesta ini pembiayaannnya juga ditanggung Kedutaan Besar Amerika Serikat.

“Jadi kita didaerah hanya menyediakan tempat untuk seluruh rangkaian. Kami berterima kasih dalam dukungan ini,” ungkapnya didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Mappasikra Mappaseleng.

Maratua Jazz and Dive Fiesta disampaikan Agus Tantomo akan menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara. Untuk itu event yang memiliki perbedaan dengan beberapa festival jazz lainnya diyakini akan mampu menghadirkan banyak wisatawan ke Bumi Batiwakkal. Pasalnya, kunci keberhasilan promosi pariwisata menurutnya adalah perbedaan dari setiap event yang dilaksanakan.

“Maratua Jazz and Dive Fiesta ini (kombinasi music jazz dan menyelam di pulau wisata) baru pertama kali di dunia. Ini yang akan kita jual untuk mengundang wisatawan mancanegara ke Berau,” ucapnya.

Sebelumnya Jonathan Scales Fourchestra juga mengisi workshop yang diikuti para pelajar maupun pecinta musik Kabupaten Berau yang digelar di Aula SMA 1 Berau. (hms4/app)

Tayang di http://www.beraukab.go.id/berita/read/1716/road-to-maratua-jazz-dan-dive-fiesta-2017/

Categories
News

Spesial, Maratua Jazz & Dive Fiesta (MJDF) Berau Akan Dihelat

KLIKSAMARINDA.COM – Maratua Jazz & Dive Fleast (MJDF) kembali menggelar agenda tahunan dengan dukungan langsung Pemerintah Kabupaten Berau. Kegiatan kali kedua ini mengundang salah satu musisi Jazz asal Amerika Serikat Jonathan.

Jonathan merupakan salah satu dari tiga Musisi Jazz yang hadir memuaskan telinga pencinta Jazz Bumi Battiwakkal. Jonathan akan membawakan sejumlah lagu saat performance di Maratua.

Berau, menurut dia, merupakan salah satu daerah di Indonesia dengan perjalanan yang cukup menarik. Terlebih dengan kekayaan alam disejumlah destinasi wisata, menjadi kesan tersendiri oleh Jonathan dalam kunjungannya kali ini.

“Saya sangat senang berada di Berau, wisata yang sangat menarik merupakan hal yang tidak bisa saya lupakan saat berada disini,” ungkapnya.

Bahkan, diceritakannya, salah satu pengalaman berharga yang didapat selama di Berau, dirinya pernah tersesat hingga mengharuskan bertanya kepada salah satu warga lokal yang ditemui kala itu.

“saat itu saya sedang berjalan dan tidak tahu jalan untuk kembali, dan saya bertemu dengan dua wanita di depan ATM, saya langsung diantar oleh mereka,” ucapnya.

Jonathan bersama rekannya tampil di Pasar Barambang pada Senin malam 6 Maret 2017, berkolaborasi dengan alat musik sampe khas Dayak.

“Ini spesial untuk masyarakat Berau,” tukasnya.

Founder Maratua Jazz mengatakan jika alat musik sampe merupakan salah satu intrumen yang saat ini tengah hits dikolaborasikan pemain jazz kenamaan ini. Dimana Jonathan kata dia, kerap mengaransemen jazz dengan penggabungan musik sampe, saat tampil di berbagai negara di Eropa.

“penampilan kali ini memang sedikit berbeda dari biasanya. Sebab kali ini kami menampilkan kolaborasi alat musik tradisional sampe dengan jazz,” ujarnya.(*)

Reporter : Jumiati/KLIKBERAU.COM    Editor : Klik Samarinda

Tayang di http://kliksamarinda.com/berita-5261-spesial-maratua-jazz–dive-fleast-mjdf-berau-akan-dihelat.html

Categories
News

Road To Maratua Jazz dan Dive Fiesta 2017

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Konser Jazz Jonathan Scales Fourchestra dari Amerika Serikat yang berlangsung di halaman Museum Batiwakkal Kesultanan Gunung Tabur, malam tadi, menjadi bagian dari Road to Maratua Jazz and Dive Fiesta yang rencana digelar pada Oktober 2017 mendatang.

Sebelum tampil menghibur masyarakat pengunjung Pasar Barambang di tepian Gunung Tabur, Jonatan Scales Fourchestra bersama Wakil Bupati Agus Tantomo dan Kedutaan Besar Amerika Serikat menggelar konferensi pers di IP Cafe Tanjung Redeb.

Gelaran Konser Jazz Jonathan Scales Fourchestra merupakan program American Music Abroad-Indonesia Tour 2017, kerja sama Pemerintah Kabupaten Berau bersama Warta Jazz dan Kedutaan Besar Amerika Serikat yang menghadirkan group musisi jazz asal Amerika yang penuh talenta dan keunikan.

Melalui event ini akan menjadi media promosi untuk gelaran Maratua Jazz and Dive Fiesta yang diharapkan akan menyedot jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Festival Maratua Jazz and Dive Fiesta merupakan kombinasi menikmati musik jazz yang dirangkai dengan kegiatan menyelam di perairan Kabupaten Berau yang keindahannya sudah sangat terkenal. Kombinasi musik jazz dan menyelam ini bahkan disebut-sebut merupakan yang pertama kali digelar di dunia. Bahkan boleh dibilang unik, karena menggabungkan keduanya menjadi satu di tempat wisata yang eksotis. Dan Festival Jazz di Pulau Maratua ini merupakan kali kedua setelah event yang sama digelar pada 2015 lalu.

Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Amerika untuk Indonesia, Karen, mengungkapkan, pihaknya sangat senang untuk menggelar kegiatan American Music Abroad-Indonesia Tour 2017 di Kabupaten Berau.

Diakuinya, pertukaran budaya di luar Pulau Jawa, baru kali ini dilakukan oleh Kedutaan Amerika. “Kami sangat senang berada di sini, dan senang bisa ikut berpatisipasi, untuk pertama kalinya kami datang ke tempat ini membawa musisi jazz dari Amerika,” ungkapnya.

Dikatakan Karen, Jazz merupakan budaya asli Amerika yang ingin dikenalkan kepada masyarakat Indonesia. Sebaliknya, pihaknya juga ingin mengetahui dan mempelajari lebih dalam tentang kesenian dan budaya masyarakat Indonesia.

“Tujuan Kedutaan Amerika adalah membangun kemitraan dengan isntitusi (pemerintah) dan juga masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Sementara Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo, menyambut baik dan berterima kasih kepada Keduataan Besar Amerika Serikat yang memilih Kabupaten Berau dalam program American Music Abroad-Indonesia Tour 2017  dan menghadirkan langsung musisi jazz dari Amerika Serikat. Terlebih program yang menjadi rangkaian Maratua Jazz and Dive Fiesta ini pembiayaannnya juga ditanggung Kedutaan Besar Amerika Serikat.

“Jadi kita didaerah hanya menyediakan tempat untuk seluruh rangkaian. Kami berterima kasih dalam dukungan ini,” ungkapnya didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Mappasikra Mappaseleng.

Maratua Jazz and Dive Fiesta disampaikan Agus Tantomo akan menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara. Untuk itu event yang memiliki perbedaan dengan beberapa festival jazz lainnya diyakini akan mampu menghadirkan banyak wisatawan ke Bumi Batiwakkal. Pasalnya, kunci keberhasilan promosi pariwisata menurutnya adalah perbedaan dari setiap event yang dilaksanakan.

“Maratua Jazz and Dive Fiesta ini (kombinasi music jazz dan menyelam di pulau wisata) baru pertama kali di dunia. Ini yang akan kita jual untuk mengundang wisatawan mancanegara ke Berau,” ucapnya.

Sebelumnya Jonathan Scales Fourchestra juga mengisi workshop yang diikuti para pelajar maupun pecinta musik Kabupaten Berau yang digelar di Aula SMA 1 Berau.

Categories
News

Kombinasikan Musik Jazz dan Menyelam, Wisata Maratua Boleh Dibilang Paling Unik

URI.co.id, TANJUNG REDEB  – Pemkab Berau bekerjasama dengan Kedutaan Besar Amerika bakal menggelar Maratua Jazz & Dive pada bulan Oktober mendatang.

Sesuai namanya, festival ini merupakan kombinasi menikmati musik jazz yang dirangkai dengan kegiatan menyelam di Pulau Maratua.

Panitia kegiatan ini mengklaim, kombinasi musik jazz dan menyelam ini merupakan yang pertamakali di dunia.

Bahkan boleh dibilang unik, karena menggabungkan keduanya menjadi satu di tempat wisata yang eksotis.

Rangkaian Maratua Jazz and Dive ini sudah dimulai secara resmi pada hari Senin (6/3/2017) ini dan akan berakhir pada Oktober nanti.

Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Amerika untuk Indonesia, Karen mengatakan, pihaknya sangat senang untuk menggelar kegiatan ini di Kabupaten Berau.

Diakuinya, pertukaran budaya di luar Pulau Jawa, baru kali ini dilakukan oleh Kedutaan Amerika.

“Kami sangat senang berada di sini, dan senang bisa ikut berpatisipasi, untuk pertama kalinya kami datang ke tempat ini membawa musisi jazz dari Amerika,” paparnya.

Karen mengatakan, Jazz merupakan budaya asli Amerika yang ingin dikenalkan kepada masyarakat Indonesia.

Sebaliknya, pihaknya juga ingin mengetahui dan mempelajari lebih dalam tentang kesenian dan budaya masyarakat Indonesia. (uri/zmi/odir/AQ)