Categories
News

Surga Itu Bernama Pulau Maratua

Pulau Maratua adalah salah satu pulau terluar yang terletak di ujung utara perairan Selat Makassar dan Laut Sulawesi. Belakangan pulau Maratua juga menjadi daerah tujuan wisata karena pantainya yang indah dan dunia bawah lautnya yang sangat kaya. Pulau Maratua adalah salah satu dari empat gugusan pulau di Kep. Derawan. Karena keindahannya, pulau ini dijuluki sebagai pulau surga.

Snorkeling dan diving adalah kegiatan utama yang bisa dilakukan di Pulau yang bisa dicapai satu jam perjalanan dari Pulau Derawan ini. Atau sekedar menepi dari dari jebakan rutinitas sambl menikmati keindahan alam yang masih perawan. Dan seperti wisata pantai lainnya, sunset di Pulau Maratua sangatlah indah.

Kini pulau ini dikelola Yayasan Keanekaragaman Hayati (Kehati) bersama dengan Chevron Indonesia Company memulai program MESSI (Maratua Ecotourism for Sustainable Small Island, program pembangunan pariwisata berbasis lingkungan yang berkelanjutan). Pengelolaan ini dimaksudkan untuk melindungi keindahan dan kekayaan Pulau Maratua.

Dan keindahan Pulau Maratua, menggugah musisi jaz senior Idang Rasjidi menggubah lagu bertema Pulau Maratua.

“Saya janji, berkolaborasi dengan Pak Ridho,” kata Idang saat tampil di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (15/1/2015) malam.

Lagu itu akan ditampilkan dalam ajang musik Maratua Jazz pada September mendatang. Sedangkan, Pak Ridho yang dimaksud Idang adalah Ridho Batubara, Direktur Pengembangan Pulau-Pulau Kecil Kementerian Perikanan dan Kelautan. Ridho datang untuk menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan MESSI tersebut.

Jadi mulai sekarang, masukkan Pulau Maratua dalam agenda liburan Anda. Karena seperti telah disebutkan Idang, pada bulan September akan digelar Maratua Jazz. Sebuah senja yang indah ditingkahi musik jazz tentu akan meninggalkan kesan yang mendalam.

Tayang di https://www.suara.com/lifestyle/2015/01/16/134505/surga-itu-bernama-pulau-maratua

Categories
News

Terpikat Pulau Maratua, Idang Rasjidi Siapkan Lagu Jazz

BALIKPAPAN, bisniswisata.co.id: Saat tampil di Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim), Musisi jazz senior Idang Rasjidi berjanji membuat satu lagu jazz bertema Pulau Maratua. Lagu itu akan ditampilkan dalam ajang musik Maratua Jazz pada September mendatang.

“Saya janji, berkolaborasi dengan Pak Ridho,” kata Idang ceria dari panggung yang disediakan untuknya di Mahakam Ballroom Swissbell Hotel, di Balikpapan.

Maratua adalah sebuah pulau di ujung utara perairan Selat Makassar dan Laut Sulawesi. Pulau Maratua adalah salah satu dari pulau terluar Republik Indonesia. Pulau ini juga menjadi daerah tujuan wisata karena pantainya yang indah dan dunia bawah lautnya yang sangat kaya.

Sebelum Idang tampil, di panggung yang sama Yayasan Keanekaragaman Hayati (Kehati) bersama dengan Chevron Indonesia Company memulai program MESSI (Maratua Ecotourism for Sustainable Small Island, program pembangunan pariwisata berbasis lingkungan yang berkelanjutan).

Ridho yang dimaksud Idang adalah Ridho Batubara, Direktur Pengembangan Pulau-Pulau Kecil Kementerian Perikanan dan Kelautan. Ridho datang untuk menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan MESSI tersebut.

Idang Rasjidi (piano) tampil bersama Shadu Rasjidi (bass), Shaku Rasjidi (drum), Iwan Wiradz (perkusi) dan penyanyi Matthew Sayers. Idang membuka penampilannya dengan membawakan lagu rakyat Banjar, Ampar-Ampar Pisang. Lagu sederhana yang berirama ceria itu pun menjadi riuh dan meriah oleh kuartet ini.

Para penonton, hadirin dari Chevron, Kehati, Balikpapan Jazz Lovers, dan jurnalis memberi tepuk tangan meriah. Sebagian yang hafal lirik lagu tersebut menyanyikannya dengan penuh semangat. “Ketika saya masih kecil, Bang Idang ini sudah terkenal,” kata Ridho Batubara. Idang Rasyidi sudah tampil di televisi sejak tahun 1970-an.

Semua personel, termasuk Idang sendiri, berkesempatan menampilkan permainan solo instrumen masing-masing. Penyanyi berusia 56 tahun juga menggabungkan penampilan musiknya dengan bercerita. Ia menyapa hadirin dan menuturkan sejumlah lelucon.

“Apa warna sepatu favorit Stevie Wonder, putih atau hitam,” tanya Idang kepada hadirin. Stevie Wonder adalah penyanyi dan musisi, pemain keyboard asal Amerika Serikat. Satu lagunya berjudul I Just Called To Say I Love You menjadi terkenal sepanjang masa setelah dirilis tahun 1984. “Putih,” jawab seseorang. “Hitam,” jawab yang lain

Idang lalu menjawab sendiri teka-tekinya. “Yang benar itu Stevie Wonder tidak peduli warna sepatunya,” kata Idang seraya tertawa. Hadirin juga tertawa dan bertepuk tangan. Stevie Wonder memang mengalami kebutaan sejak kecil.

Lalu sebuah nomor jazz yang menurut dia akan sangat indah bila dibawakan dan dinikmati sore-sore di tepi pantai di Maratua. Idang dan penyanyi dari Papua Matthew Sayer juga membawakan Bento, lagu milik penyanyi folk song Iwan Fals yang sangat populer.

Pada akhir pertunjukan singkat tersebut, apa dan bagaimana lagu Maratua itu nantinya sudah tercipta. Idang yang turun dan mendekati para penonton serta berinteraksi dengan mereka mendapat ide spontan.

Bagian akhir lagu itu akan berupa koor serentak menyebutkan “maratua…” dalam irama yang ceria. “Jadi, jazz itu menyenangkan,” kata Idang seraya tersenyum lebar dan menyalami para hadirin, seperti dilansir laman Antara, Jumat (16/1/2015). ****

Tayang di http://bisniswisata.co.id/terpikat-pulau-maratua-idang-rasjidi-siapkan-lagu-jazz/

Categories
Media Coverage News

Maratua Jazz & Dive Fiesta Akan Digelar September 2015


KOMPAS.com 
– Untuk pertama kalinya, konser jazz berskala internasional akan digelar di pulau terluar pada September 2015 yakni Maratua Jazz and Dive Fiesta.

Acara ini merupakan upaya untuk mempromosikan destinasi wisata Kabupaten Berau, Kalimantan Timur khususnya Pulau Maratua, Kepulauan Derawan.

Maratua Jazz and Dive Fiesta bertujuan menggabungkan 2 komunitas yaitu komunitas diving dan penikmat jazz.

Pulau Maratua adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di Laut Sulawesi dan berbatasan dengan negara Malaysia dan merupakan bagian dari wilayah pemerintah Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.

Berada di dalam kawasan konservasi Taman Pesisir dan Laut Kepulauan Derawan, Maratua beserta pulau-pulau di sekitarnya, merupakan surga yang menegaskan potensi pariwisata yang dapat terus dikembangkan.

Kepulauan Derawan saat ini telah menjadi salah satu tujuan wisata bahari yang cukup penting di Indonesia sehingga menjadi surga bagi para divers untuk menikmati kekayaan bawah laut seperti ubur–ubur tidak menyengat di Danau Pulau Kakaban, penyu, manta, hiu, barakuda, paus, serta terumbu karang yang beraneka warna.

Kepulauan Derawan khususnya Pulau Maratua merupakan destinasi diving yang cukup di kenal oleh para pencinta bawah laut baik lokal, nasional bahkan Internasional. Lebih dari 40 dive site dapat di nikmati di gugusan Kepulauan Derawan.

Bahkan kawasan bahari ini menjadi salah satu dari 16 destinasi wisata di Indonesia yang menjadi perhatian dan andalan nasional melalui program Destination Management Organisation (DMO) berpotensi untuk dikunjungi wisatawan.

Berada di pusat terumbu karang dunia (coral triangle) menjadikan kekayaan keanekaragaman hayati lautnya menempatkan Kepulauan Derawan menjadi salah satu pusat kekayaan sumber daya laut terbaik di dunia bersama Kepulauan Raja Ampat dan Kepulauan Micronesia.

Road to Maratua Jazz

Mengawali persiapan festival tersebut, telah diadakan Concert dan Gala Dinner di Cantika Swara Resort & Convention Centre, Berau, pada Sabtu (10/1/2015).

Tampil musisi jazz antara lain pianis Idang Rasjidi dengan Idang Rasjidi Syndicate, gitaris Mus Mujiono, serta vokalis Matthew Sayersz. Turut mendukung pula bassis Shadu Rasjidi, drummer Shaku Rasjidi, dan perkusionis handal Iwan Wiradz.

Idang Rasjidi seorang musisi jazz senior di Indonesia dan kiprahnya sudah mengambah juga di mancanegara, banyak bermain di pelbagai festival baik di dalam negeri maupun luar negeri. Banyak grup yang sudah dia bentuk dan selalu menjadi grup yang legendaris, misalnya Trigonia dan saat ini juga Idang Rasjidi Syndicate.

Ia juga dikenal sebagai musisi jazz yang selalu membimbing dan mencari bakat-bakat muda sebagai generasi penerus musik jazz di Indonesia, dikenal sebagai musisi yang berkeliling di seantero Nusantara, memperkenalkan musik jazz sembari membuat workshop.

Tidak hanya itu, Idang juga memperkenalkan Indonesia ke mancanegara melalui musik jazz. Tidak begitu berlebihan jika sosok Idang juga menjadi salah satu icon jazz di Indonesia.

Mus Mujiono tentunya nama yang tidak asing bagi penggemar musik di Indonesia, lagu-lagunya beberapa menjadi hits dan populer. Tidak banyak yang tahu sesungguhnya Mus Mujiono adalah seorang gitaris jazz yang handal. Gitaris yang dikenal juga mempunyai suara emas ini pengalaman bermain jazz sudah puluhan tahun dan bermain dengan banyak para maestro jazz Indonesia.

Tidak salah kalau kedua musisi ini didapuk menjadi “juru bicara” untuk mengenalkan pariwisata di Indonesia khususnya Maratua di Kepulauan Derawan, Berau, Kalimantan Timur melalui musik jazz.

Acara ini di Inisiasi oleh WartaJazz.com dan Yayasan Berau Lestari didukung penuh Pemerintah Kabupaten Bearu dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta mitra pendukung seperti Yayasan Kehati, GNFI, Sahabat Penyu, dan diorganisir oleh Jalamaya Production. Informasi lebih lanjut akan diperbarui di www.maratuajazz.com.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Maratua Jazz & Dive Fiesta Akan Digelar September 2015”, https://entertainment.kompas.com/read/2015/01/11/150955310/Maratua.Jazz.Dive.Fiesta.Akan.Digelar.September.2015.